Lanjut ke konten
Ulasan Parents

Rasanya Montessori yang Sesungguhnya

Dari susah fokus sampai bisa atur jadwal sendiri di usia 4 tahun. Kisah pencarian Mrs. Soraya dan apa yang akhirnya cocok

Aku ngerasa anak aku jauh lebih mandiri dari anak-anak lain.

Mrs. Soraya, ibu dari Asadel (4 tahun)

Selama dua tahun sebelum Asadel mulai sekolah, Mrs. Soraya sudah mencari sekolah Montessori di sekitar BSD dan Serpong. Dia tahu betul apa yang dicari: material kayu yang asli, lingkungan yang terasa sengaja dirancang, sekolah di mana filosofi Montessori bukan sekadar nama tapi sesuatu yang langsung terasa begitu masuk.

Sekolah demi sekolah, belum ada yang benar-benar cocok. Pilihannya banyak, tapi esensi yang dia cari belum ketemu. Buat Mrs. Soraya, ini bukan soal label. Ini soal menemukan tempat yang terasa pas.

Sampai suatu hari, dari searching di Instagram, dia menemukan Joyful Montessori, lalu langsung menghubungi Mrs. Corry untuk arrange trial. Begitu masuk, Mrs. Soraya langsung tahu.

Nah ini! Begini nih tempat begini yang aku cari.

Mrs. Soraya, saat pertama kali mengunjungi Joyful Montessori

Perubahan di Asadel tidak datang dalam satu momen dramatis. Tapi kalau Mrs. Soraya harus memilih satu titik balik, itu adalah pentas akhir tahun.

Asadel ikut dance bersama teman-temannya, dan mengikuti dari awal sampai akhir.

Buat anak yang tadinya sulit berkonsentrasi dan kurang bisa bersosialisasi, ini bukan sekadar penampilan. Walaupun masih terbata-bata, dia mau mengikuti sampai selesai. Sampai keluarga dan teman-teman Mrs. Soraya ikut terkejut melihat perubahannya.

Di rumah, perubahan kecil yang konsisten mulai terlihat di mana-mana.

Suatu hari, Asadel membawa piring kotornya sendiri ke dapur setelah makan. Tanpa diminta, tanpa diingatkan. Lalu menaruh sendok, membereskan yang jatuh. Kebiasaan yang dia dapat di sekolah, perlahan menjadi bagian dari hidupnya di rumah.

Circle time juga menunjukkan perubahan besar. Asadel yang tadinya tidak mau ikut, sekarang mulai banyak ikut circle time, tanpa perlu dipaksa. Buat Mrs. Soraya, ini bukan soal disiplin. Ini soal keinginan yang datang dari dalam diri dia sendiri.

Jadi kayak dari keinginan dari dalam diri dia sendiri. Luar biasa banget ya.

Mrs. Soraya, tentang kemandirian Asadel

Sebagai ibu yang bekerja, Mrs. Soraya tahu betul rasanya meninggalkan anak setiap pagi dengan hati yang tidak tenang. Tapi sekarang, rutinitas pagi mereka sudah berubah total. Asadel bangun, siap-siap sendiri, dan berangkat ke sekolah tanpa drama. Mrs. Soraya bisa fokus bekerja karena dia tahu anaknya bukan sekadar dijaga, tapi benar-benar didampingi bertumbuh.

Yang paling membuat Mrs. Soraya tersentuh adalah momen-momen kecil yang tidak terduga. Setiap malam jam delapan, Asadel mendekat dan berkata: "Mami, tidur." Bukan merengek minta ditemani. Tapi mengingatkan ibunya karena dia sudah tahu jadwalnya sendiri. Di usia empat tahun, Asadel sudah benar-benar tahu ritme hidupnya.

Aku percaya anak aku berada di tangan yang tepat. Kapan pun dia bisa baca dan tulis, itu akan tiba sendiri waktunya dia.

Mrs. Soraya, menanggapi kekhawatiran soal baca tulis

Soal baca-tulis, Mrs. Soraya justru tenang. Dia percaya miss-missnya akan membimbing Asadel saat waktunya tiba. Setiap hari, Mrs. Soraya memotivasi dari rumah: "Asadel mau bisa bikin roket kan? Yang harus Asadel bisa pertama adalah baca dan tulis." Bukan tekanan, tapi kepercayaan bahwa waktunya akan datang sendiri.

Ke depan, Mrs. Soraya sudah memikirkan jenjang SD untuk Asadel. Tapi satu hal yang pasti: fondasi yang dibangun di Joyful Montessori: kemandirian, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri. Itu yang akan Asadel bawa ke mana pun dia pergi.

Ikuti kelas free trial kami

Ingin melihat apakah kita sesuai dengan kebutuhan Anda dan anak Anda? Anda bisa mengikuti kelas trial gratis kami, mari bertemu.

Hubungi Kami